Konsultasi Yuk!
Konsultasi Yuk!
Produktivitas Kerja
🩺 Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3)

Produktivitas Kerja

A
adminkesmas
Penulis Artikel
📅 23 July 2026
👁 12 views

Source : https://www.midiatama.co.id/artikel/k3-dalam-pekerjaan-konstruksi-meminimalkan-risiko-maksimalkan-produktivitas

Sumber : https://www.midiatama.co.id/artikel/k3-dalam-pekerjaan-konstruksi-meminimalkan-risiko-maksimalkan-produktivitas

Produktivitas Kerja

Pengertian produktivitas kerja banyak dijelaskan oleh beberapa ahli dengan beberapa ragam penafsiran yang berbeda. Menurut ilmu ekonomi produktivitas merupakan nisbah atau rasio antara hasil kegiatan (output) dan segala pengorbanan (biaya) untuk mewujudkan hasil (input). Husain Umar menyebutkan bahwa produktivitas kerja adalah suatu sikap mental yang berpandangan bahwa mutu kehidupan hari ini harus lebih baik dari hari kemarin dan hari esok lebih baik dari hari ini. Produktivitas dapat diukur sebagai suatu perbandingan antara hasil yang dicapai (output) dengan keseluruhan sumber daya yang digunakan (input), semakin tinggi nilai perbandingan semakin tinggi pula produktivitas kerjanya.

Pengertian lain juga dijelaskan oleh Justine T.Sirait yang menyebutkan bahwa produktivitas adalah kemampuan seperangkat sumber-sumber ekonomi untuk menghasilkan sesuatu atau perbandingan antara pengorbanan (input) dengan penghasilan (output), semakin kecil pengorbanan yang diperlukan untuk mencapai suatu target penghasilan (output) dikatakan sebagai kegiatan produktif, sebaliknya makin tinggi input yang diperlukan untuk mencapai penghasilan tertentu dikatakan kurang produktif. Sedangkan menurut Sedarmayanti (2001) mendefinisikan produktivitas kerja merupakan perbandingan dari efektivitas keluaran (pencapaian unjuk kerja maksimal) dengan efisiensi salah satu masukan (tenaga kerja ) yang mencangkup kuantitas dan kualitas.

Faktor yang memengaruhi produktivitas Sondang P.Siagian dalam bukunya, menyebutkan bahwa faktor-faktor yang memengaruhi produktivitas adalah :

  1. Perbaikan secara terus-menerus Perbaikan secara terus menerus dimaksudkan bahwa seluruh komponen organisasi harus melakukan perbaikan terus-menerus, pandangan ini bukan hanya merupakan salah satu kiat dalam mengelola organisasi dengan baik, Pentingnya etos kerja ini terlihat dengan lebih jelas apabila diingat bahwa suatu organisasi selalu dihadapkan kepada tuntutan yang terus-menerus berubah, baik secara internal maupun eksternal.

  2. Peningkatan Mutu Hasil Pekerjaan Berkaitan erat dengan upaya melakukan perbaikan secara terusmenerus ialah peningkatan mutu hasil pekerjaan oleh semua orang dan semua orang komponen organisasi. Jika secara tradisional ditekankan pentingnya orientasi hasil untuk dianut oleh manajemen, dewasa ini lebih ditekankan lagi orientasi hasil kerja dengan mutu yang semakin tinggi. Hal ini perlu ditekankan karena ”kearifan konvensional” (conventional wisdom) dalam dunia manajemen hanya menekankan pentingnya mutu produk yang dihasilkan. Padahal mutu tidak hanya berkaitan dengan produk yang dihasilkan dan dipasarkan, baik berupa barang maupun jasa, akan tetapi menyangkut semua jenis kegiatan yang diselenggarakan oleh semua satuan kerja, baik pelaksana tugas pokok maupun pelaksana tugas penunjang, dalam organisasi.

  3. Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Dapat dinyatakan secara aksiomatis bahwa sumber daya manusia merupakan unsur yang paling strategik dalam organisasi. Tidak ada pilihan lagi bagi manajemen kecuali menerima aksioma tersebut.. Memberdayakan sumber daya manusia mengandung berbagai kiat, antara lain : (a). Mengakui harkat dan martabat manusia. (b). Manusia mempunyai hak-hak yang bersifat asasi dan tidak ada manusia lain termasuk manajemen yang dibenarkan untuk melanggar hak-hak tersebut. (c). Satu kiat yang terbukti ampuh dalam pemberdayaan sumber daya manusia dalam organisasi adalah, penerapan gaya manajemen yang partisipatif melalui proses demokratisasi dalam kehidupan berorganisasi. (d). Perbaikan mutu kekayaan.

  4. Filsafat organisasi

    Sesungguhnya titik tolak perumusan etos kerja bersifat filsafat yang pada mulanya dirumuskan oleh para pendiri (founding father) organisasi yang bersangkutan. Salah satu bentuknya yang dewasa ini dikenal makin meluas di kalangan bisnis adalah TQM (Total Quality Management) yakni suatu kredo manajemen yang menekankan pentingnya pendekatan menyeluruh atau holistik dalam mengelola suatu organisasi. Sesuatu yang menonjol dalam filsafat manajemen tersebut, terdiri dari : (a) Fokus perhatian pada kepuasan pelanggan, (b). Pemupukan loyalitas, (c). Perhatian pada budaya organisasi. (d). Pentingnya ketentuan formal dan prosedur.

Manajemen Produktivitas dan Karakteristik Produktivitas

Peningkatan produktivitas perusahaan harus dimulai dari tingkat individu. Setiap individu yang produktif memiliki karakteristik sebagai berikut :

  1. Secara konsisten selalu mencari gagasan yang lebih baik dan cara penyelesaian tugas yang lebih baik.

  2. Selalu memberi saran-saran untuk perbaikan secara sukarela

  3. Menggunakan waktu secara efektif dan efisien.

  4. Selalu melakukan perencanaan dan menyertakan jadwal waktu.

  5. Bersikap positif terhadap pekerjaanya.

  6. Dapat berlaku sebagai anggota kelompok.

  7. Dapat memotivasi dirinya sendiri melalui dorongan dari dalam.

  8. Memahami pekerjaan orang lain yang lebih baik

  9. Mau mendengarkan ide-ide orang lain yang lebih baik.

  10. Hubungan antar pribadi pada semua tingkatan dalam organisasi berlangsung dengan baik.

Berdasarkan identifikasi terhadap setiap individu dalam sistem organisasi kemudian dilakukan perencanaan yang terintegrasi dan komprehensif untuk meningkatkan produktivitas. Langkah-langkah perencanaan produktivitas pada dasarnya mencakup lima tahap, di antaranya adalah :

  1. Menganalisis situasi yang mendalam.

  2. Merancang program produktivitas.

  3. Menciptakan kesadaran terhadap produktivitas.

  4. Menerapkan program peningkatan produktivitas.

  5. Mengevaluasi program peningkatan produktivitas Kriteria orang yang produktif tidak hanya meliputi hasil yang nyata berupa barang atau sesuatu yang terlihat oleh mata saja akan tetapi orang produktif adalah orang yang mampu memberikan inovasi-inovasi yang belum pernah ada, konsisten, berkembang, kreatif, dan komitmen pada organisasi atau instansi yang ada.

Sumber referensi : Mahawati E, Fitriyatinur Q, Rahayu C, Aprilliani C, dkk (2021). Buku Keselamatan Kerja dan Kesehatan Lingkungan Industri. Penerbit Yayasan Kita Menulis. Web: kitamenulis.id e-mail: press@kitamenulis.id

Bagikan Artikel Ini

Bantu sebarkan informasi kesehatan yang bermanfaat.